
Towards the Construction of a Contemporary Islamic Educational Theory
Fathi Malkawi
Islamization of Knowledge: Conceptual Background, Vision and Tasks
Salisu Shehu
Economic Guidelines in the Qur'an
S.M. Hasanuz Zaman
Contribution of Islamic Thought to Modern Economics
Misbah Oreibi
An Introduction to Islamic Economics
Muhammad Akram Khan
Islamic Thought and Culture
Isma'il R. al Faruqi
Islamization of Knowledge: Background, Models and the Way Forward
Malam Sa'idu Sulaiman
| Semiloka Ekonomi Islam sebagai Sistem Pendidikan Ilmu Ekonomi di Indonesia |
|
|
|
|
Universitas Muhammadiyah Surakarta Dasar Pemikiran Proses berlangsungnya globalisasi ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi, dan sebagai lokomotifnya adalah sistem kapitalisme sebagai icons dalam perekonomian global. Sistem ekonomi kapitalisme yang bebas (laissez faire) ternyata melahirkan disparitas (kesenjangan) antara miskin dan kaya, antara masyarakat kuat dengan masyarakat lemah, negara maju dengan negara berkembang, hubungan antara ideologi, budaya, politik dan agama, tidak serta merta membuat wajah dunia menjadi seragam, sebaliknya konflik dan benturan semakin dahsyat, antara negara Barat dengan Timur, Utara dengan Selatan dan muncul isu-isu kemiskinan, kebodohan dan kebrobokan moral . Sistem ekonomi kapitalis menjadi mainstream economy system nyaris di semuai negara di dunia. Sistem ekonomi ini menyerahkan kedaulatan pada free market mechanism yang diatur oleh invisible hand dengan jiwa free market competition spirit dan tentu saja berlaku hukum rimba. Prof. Dr. Suroso Imam Jazuli dalam bukunya berjudul Prinsip-prinsip Ekonomi Islam, menyatakan bahwa : Sistem ekonomi konvensional yang sekuler tersebut menyatakan bahwa urusan ekonomi sebaiknya diselesaikan dengan menggunakan the law of economic behavior dan bahwa agama dan moralitas tidak relevan dijadikan solusi bagi permasalahan ekonomi manusia. Sejarah telah mencatat bahwa sistem ekonomi konvensional tersebut bukan saja senantiasa gagal mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan, mulai dari krisis dan resesi ekonomi dunia di tahun 1930 an, krisis moneter, krisis ekonomi serta krisis multidimensi pada 1997 yang lalu, sampai dengan global financial crisis sekarang ini, hasilnya hanyalah justru bencana, kesengsaraan, dan penderitaan umat manusia pada umumnya. Dr. Muhammad Hatta, founding father republik ini mengingatkan di awal kemerdekaan negeri ini bahwa : “djiwa Islam berontak terhadap Kapitalisme jang menghisap dan menindas jang menurunkan deradjat manusia, jang membawa sistim jang lebih jahat dari pada perbudakan, dari pada feodalisme”. Sedangkan Prof Dr. KH. Buya Hamka sering mensitir hadits Rasullah SAW berikut :“ Sesunggunhnya tegaknya suatu umat atau bangsa adalah kalau mereka memegang tinggi akhlak dan jika akhlak ditinggalkan umatpun akan hancur “ Jarang juga disadari, bahwa mereka para pencetus teori ekonomi Klasik, baik Adam Sminth, David Ricardo, maupun John Stuart Mill pada dasarnya adalah pencetus pemikirian ekonomi untuk tujuan “justifiksi kolonialisme barat “ Pernyataan tentang hal itu justru dilontarkan dan dinyatakan oleh kalangan mereka sendiri, seperti halnya Prof. Rowena M. Lawson, Prof. Joan Robinson, dan Prof. Hans Singer dari University of Hull dari Inggris. Demikian pula Chapra, melalui bukunya Islam and Economic Development mengemukakan hal yang sama tentang kegagalan dari sistem- sistem ekonomi yang pernah diterapkan terdahulu, sehingga strategi baru untuk mengembangkan perekonomian menjadi suatu keniscayaan. Semua negara, khususnya negara berkembang kini memerlukan strategi baru untuk mengembangkan perekonomiannya. Kebijakannya yang dahulu berdasarkan kapitalisme atau sosialisme, terbukti telah gagal menwujudkan perekonomian yang berkeadilan yang berakibat terjadinya ketidakseimbangan makroekonomi dan instabilitas nasional. Oleh sebab itu perlu pengkajian konsep ekonomi Islam sebagai suatu solusi bagi negara - negara berkembang yang mayoritas adalah negara- negara Muslim dalam mengembangkan perekonomiannya. Konsep ini memiliki potensi untuk berhasil dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan, membawa masyarakat kepada kesejahteraan yang insya Allah di ridholiNya. Ekonomi syariah atau ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk mengalokasikan dan mengelola sumber daya untuk mencapai al-falah berdasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Al-Qur’an & Sunnah. Karakteristik ekonomi Islam adalah rabbaniyyah ( God oriented), akhlaqiyyah ( ethics), logic, progressive, civilized, insaniyyah (humanistic), dan bermoral. Karena bertumpu pada kesadaran bawa sumber daya dan alam semesta ini adalah milik Allah SWT yang diamanahkan kepada manusia, sehingga dalam pengelolaan dan pemanfaatannya haruslah dalam rangka mencari ridho Allah SWT semata, dan untuk itu semua hanyalah apabila pengamalannya sesuai syariah. Namun demikian, masalah yang mendasar adalah minimnya sumber daya manusia yang memiliki penguasaan ilmu ekonomi yang berbasis Islam. Kondisi tersebut mendorong untuk mengambil langkah-langkah yang bersifat solutif. Membangun institusi pendidikan ekonomi Islam yang berkualitas menjadi suatu keniscayaan atau sebaiknya dibuka progdi ekonomi Islam secara tersendiri, di mana ekonomi Islam dapat dikembangkan secara komprehensif. Ekonomi Islam tidak hanya tentang perbankkan akan tetapi termasuk sektor lainnya. Sebagai konsekwensi logisnya, mestinya ilmu ekonomi Islam seharusnya masuk dalam sistem pendidikan ilmu ekonomi di Indonesia. Sebagai sistem pendidikan tentunya diperlukan pengkajian antara lain struktur kurikulum Ekonomi Islam yang komprehensif yang mengacu pada penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan membedakan masing-masing jenjang. Di samping itu juga diperlukan pengkajian tantangan dan potensi calon lulusan. Perlu di sadari bahwa sistem ekonomi Islam tidak hanya diperuntukkan umat Islam, tetapi juga berdampak positif bagi umat non Islam. Tujuan Kegiatan Peserta
Agenda Acara Hari 1 Hari 2 Sabtu, 14-02-2009 Lokakarya 2 : Perumusan Kurikulum Ekonomi Islam Aspek Syariah Lokakarya 3 : Perumusan Kurikulum Ekonomi Islam Aspek Manajemen dan Akuntansi 12.00 – 13.00 Ishoma
|
Summer Students Program 2010
The International Institute of Islamic Thought (IIIT) is pleased to announce its Summer Students Program for 2010, which will run for six weeks between Monday, June 28 and Friday, August 6, 2010. The program is designed for senior undergraduate and graduate students who are majoring in the humanities or social science disciplines and who have a particular interest in developing their knowledge and research skills in the core areas of Islamic studies...more
Int. Inst. of Islamic Thought (IIIT)
Int. Inst. of Islamic Thought and Civilization (ISTAC)
Int. Inst. of Advanced Islamic Studies (IAIS)